TANPA RENCANA
Malam itu, sampai aku di ibukota. Perjalanan yang begitu menguras air mata. Entah kenapa, aku tak tau. Kereta taksaka tujuan Jakarta membawaku. Penumpang disampingku seorang perempuan. Yang sepanjang perjalanan disibukkan dengan laptopnya. Hanya sesekali kami ngobrol basa basi. Lalu kami sibuk dengan aktivitas masing-masing. Dia dengan laptopnya dan aku dengan novel yang ku beli minggu lalu. Seperempat perjalanan, tiba-tiba notif dari kamu muncul. Seperti biasa, "lagi ngapain yang". Kuberi kabar kalo aku dalam perjalanan ke ibu kota. Dalam hatiku, ingin sekali bertemu denganmu. Karena aku rindu. Itu hanya harapanku. Aku g pernah memaksakan keinginanku. Lalu, aku lanjutkan lagi membaca novelku. Tapi hati ini tiba-tiba sesak dan air mata tak terasa keluar. Entah kenapa, mungkin karena aku blm ikhlas melepasmu. Chat demi chat kita menemani perjalananku. Tak terasa kereta sudah sampai di tujuan akhir stasiun Gambir. Tak lama seseorang sudah menunggu ku di pintu keluar. To ...